Rabu, 18 April 2018

Nama   : Rizka Ardhianni
Kelas    : X AP 1
MatPel : Otomatisasi Perkantoran


HappyReading^,^


Kegiatan Literasi diSMK Negeri 9 jakarta

Kata Pengantar
Pertama-tama saya ucapkan puji dan syukur kepada Allah SWT yang telah memberikan rahmat dan hidayahnya sehingga saya dapat membuat "Laporan kegiatan literasi di SMK N 9 jakarta" ini dengan baik.
Saya berharap laporan ini dapat memberikan manfaat bagi para pembaca. Saya menyadari bahwa laporan ini masih banyak kekurangan  dan jauh darikata sempurna. Karena keterbatasan pengetahuan dan kemampuan, untuk itu kritik dan saran yang membangun dari pihak pembaca sangat saya harapkan demi kesempurnaan laporan ini

Jakarta, 19 April 2018

Laporan :
Kegiatan literasi di SMK N 9 jakarta mulai diadakan pada bulan Agustus tahun 2017. Kegiatan ini dilaksanakan setiap hari Rabu pagi pukul 06.15 dilapangan. Kegiatan literasi ini dilaksanakan selama 20 menit , dengan didampingi bapak/ibu guru yang mengawasi. Setelah 20 menit, bapak/ibu pembimbing biasanya memanggil secara acak nama siswa/siswi untuk maju kedepan menceritakan kembali apa maksud dari buku yang dibaca. Setelah itu para siswa/siswi SMK N 9 jakarta menyanyikan lagu Indonesia Raya bersama-sama. Kegiatan ini diadakan dengan bertujuan untuk meningkatkan minat baca para siswa/siswi SMK N 9 jakarta.
Pada kegiatan literasi ini saya membaca novel "Hujan" karya Tere Liye

Sinopsis

Sinopsis Novel HUJAN Karya Tere Liye :
– Tentang Hujan
– Tentang Cinta
– Tentang Melupakan
– Tentang Perpisahan
– Tentang Hujan

Hujan menceritakan kisah Lail dan Soke Bahtera atau yang akrab di panggil Esok dengan kisah-kisahnya yang terjadi ketika hujan. Lail dan Esok bertemu ketika bencana besar itu melanda bumi. Letusan Gunung yang terjadi mencapai skala 8 menghancurkan seluruh kota di bumi dan menyebabkan perubahan iklim. Gempa yang dahsyat ketika Lail dan Esok menaiki kereta bawah tanah. Dan hanya mereka yang berhasil menyelamatkan diri melalui tangga darurat.
Lail menjadi yatim piatu sedangkan Esok hanya memiliki Ibu yang harus di rawat di rumah sakit karena tertimpa renruntuhan bangunan. Penduduk bumi saat itu hanya tersisa 10000. Hal itu adalah salah satu cara alam menjada keseimbangannya.
Lail dan Esok tinggal di tenda pengungsian bersama yang lainnya. Mereka perlahan bisa menerima keadaan dan berusaha membantu petugas di tenda pengungsian. Membuat sibuk diri sendiri mereupakan cara terampuh untuk tak mengingat masa-masa yang sulit.
Satu tahun setelah bencana dahsayat itu terjadi. Kehidupan mulai kembali menggeliat. Para pengungsi dapat kembali kerumah nya masing-masing atau menuju kerumah kerabat yang masih hidup. Lail dipindahkan ke panti sosial bersama anak-anak lain seusianya yang juga tidak memiliki keluarga. Sedangkan Esok, Ia di jadikan anak angkat wali kota setempat. Hal itu dikarenakan kejeniusannya dan wali kota berjanji akan memberikan perawatan yang layak pada ibunya. Sejak itu Lail dan Esok tak dapat menghabiskan waktu bersama lagi seperti di tenda pengungsian.
Di asrama Lail bertemu dengan Maryam. Gadis dengan rambut kribo dan gaya nya yang selalu bisa membuat Lail tersenyum. Persahabatan mereka terjalin begitu erat. Lail dan Esok semakin jarang bertemu. Esok sibuk dengan sekolahnya dan hanya ada pertemuan setiap satu bulan sekali.
Esok lulus dari sekolahnya. Ia di terima di salah satu universitas terbaik di Ibu Kota. Dan perpisan lagi-lagi harus di hadapi Lail dan Esok. Mereka kini terpusah puluhan kilometer dengan pertemuan yang tidak lebih dari satu tahun sekali, itu pun jika Esok tidak sibuk dengan proyek besarnya yang ternyata akan menjadi masa depan makhluk bumi.
Lail kembali menyibukan diri. Ia dan Maryam tergabung dalam Organisasi Relawan. Banyak hal-hal besar dan penting yang mereka lakukan bersama. Banyak manusia yang terselamatkan karena aksi keberanian mereka. Bahkan mereka mendapatkan penghargaan  Dedikasi dan Pengorbanan Tingkat Pertaa dari komite Pusat karena keberanian mereka berlari menebus badai sejauh 50 kilometer untuk memperingatkan warga bahwa akan ada air bah yang menerjang. Penghargaan ini di berikan Ibu Kota dan saat itu Lail berkesempatan bertemu dengan Esok.
Lail melanjutkan sekolahnya di sekolah keperawatan. Saat itu iklim bumi masih belum stabil. Salju turun lebat di daerah tropis dan daerah sub tropis mengalami musim dingin yang mematikan.  Karena musim dingin yang ekstrem beberapa negara memutuskan untuk mengintervesi lapisan stratosfer. Meluncurkan pesawat ulang-alik menyebar anti gas sulfur dioksida di lapisan stratosfer. Dan hal itu menyebabkan awan menghilang dari langit sehingga suhu bumi semakin meningkat setiap tahunnya.
Lail dan Esok semakin jarang bertemu. Esok sibuk dengan proyek rahasia yang tidak ia beritahukan kepada siapa pun. Hingga akhirnya Esok datang saat wisuda Lail dan menceritakan alasan sebenarnya kenapa ia sulit menghubungi dan bertemu dengan Lail.
Esok sedang membuat proyek kapal besar yang nantinya akan membawa sepuluh ribu manusia bumi dan membawanya menjauh beratus kilometer dari bumi hingga bumi kembali stabil. Manusia yang terpilih adalah berdasarkan kocokan mesin yang seudah disesuaikan berdasarkan keragaman genetiknya. Esok meminta Lail untuk tidak melakukan apapun dan tetap menunggu kabar darinya.
Akhirnya Lail tahu bahwa Esok memiliki dua tiket untuk ikut bersama kapal besar itu. Satu karena ia adalah otak dari kapal itu dan satu lagi karena namanya keluar dari mesin kocok Wali Kota yang memberitahunya sekaligus meminta Lail untuk menyerahkan satu tiket kepada putrinya Claudia jika Esok memberikan satu tiket itu kepadanya.
Lail semakin bingung karena waktu keberangkatan kapal itu semakin besar sedangkan Esok belum memberikan kabar apapun. Hingga Lail mendapat kabar bahwa Claudia resmi mendapatkan satu tiket itu. Hal itu membuat Lail berpikir bahwa Esok telah memilih Claudia dan akan meninggalkannya di bumi yang semakin memanas dan menghadapi kepunahan makhluk bumi sendiri. Sampai sehari sebelum keberangkatan, Lail sudah tidak tahan lagi. Ia memutuskan untuk menghapus semua kenangan yang menyesakkan hidupnya. Melupakan bagaimana ia kehilangan keluarganya dan melupakan setiap jengkal kenangannya bersama Esok.
Lail mendatangi Pusat Terapi Syaraf di kotanya. Ia bermaksud untuk memodifikasi ingatannya. Teknologi termutakhir telah diciptakan untuk membantu mereka yang bermasalah dengan kenangan dan masa lalu yang buruk. Lail mulai bercerita, dan benang-benang berwarna merah, kuning dan biru mulai berkelindan dalam tablet. Warna benang itu menunjukkan mana kenangan yang menyenangkan dan mana kenangan yang  menyakitkan.
Lail sudah menceritakan semuanya, saatnya mesin modifikasi menghapus benang-benang berwarna merah yang merupakan kenangan menyakitkan, dan itu berarti menghapus semua tentang Esok. Lail tak akan mengingat sedikit pun mengenai Esok. Maryam yang baru mengetahui keputusan sahabatnya itu terlambat, ia berusaha menghubungi Esok untuk mendapatkan penjelasan mengapa ia lebih memilih Claudia dan tak menghubungi Lail, hal itu dilakukan tepat 15 menit sebelum keberangkatan kapal. Esok ternyata tidak di dalam kapal, ia sedang di dalam kereta cepat menuju apatemen Lail. Dua tiket yang ia miliki ia berikan kepada Claudia dan Ibunya. Sedangkan ia tak menghubungi Lail satu bulan sebelum kemarin adalah karena ia harus menyelesaikan tahap terakhir dari kapal tersebut. Ia harus melakukan kloning pusat syaraf agar kapal itu dapat tetap bekerja tanpa kehadiran fisiknya. Maka dilakukan transfer ingatan.
Esok segera menuju Pusat Terapi Syaraf dimana Lail berada. Ia memaksa masuk, namun tak berhasil. Ruangan tempat Lail di terapi tak dapat di masuki oleh siapapun. Beberapa detik kemudian, pintu ruangan mendesing. Terbuka. Lail menatap datar Esok yang meminta maaf kepadanya. Esok tak ingin Lail melupakannya. Karena Lail adalah alasan satu-satunya untuk tetap tinggal dibumi.
Tak disangka, Lail masih mengingat Esok. Bukan alatnya yang rusak, melainkan di detik terakhir, Lail memutuskan untuk menerima semua kenangan menyakitkan. Memeluknya dan menerimanya sebagai keindahan dalam alur kehidupannya. Hingga benang merah itu menjadi berubah menjadi biru. Seketika. tak ada lagi yang harus dilupakan, Lail telah menenrima semuanya. Hingga akhirnya Lail dan Esok menikah dan hidup di bumi dengan suhu yang semakin memanas. Kutipan yang diaktakan Maryam benar. Bukan seberapa lama umat manusia bisa bertahan hidup sebagai ukuran kebahagiaan, tapi seberapa besar kemampuan mereka memeluk erat-eratsemua hal menyakitkan yang mereka alami.

Dalam novel ini kamu akan merasakan bagaimana rasanya harus tegar ketika ditempa masalah, melangkah maju ketika masalah begitu berat, dan rasanya jatuh cinta. Ada rasa ketika rindu bertemu pasangan, bertemu kembali setelah sekian lama tidak bertemu, dan cemburu. Yang pernah atau sedang remaja mungkin akan tersenyum melihat tingkah Lail. Imajinasimu benar-benar akan dibuat terbang oleh Tere Liye.

Tere Liye mengisahkan kisah ini dengan begitu menyenangkan. Saya diajak berimajinasi tentang bumi di masa depan. Saya diajak bertualang bersama Lail dan Maryam, sahabat Lail dengan rambut kribo, dalam melewati tes. Saya ikut khawatir dengan hujan yang berbahaya. Saya ikut cemas memikirkan nasib Lail dan Esok. Saya ikut waswas dengan akhir cerita pasangan ini.



Kamis, 12 April 2018

Nama   : Rizka Ardhianni
Kelas    : X AP 1
MatPel : Otomatisasi Perkantoran




Kata Pengantar

Pertama-tama saya ucapkan puji dan syukur kepada Allah SWT yang telah memberikan rahmat dan hidayahnya sehingga saya dapat membuat “Laporan Kunjungan keStasiun Gambir” ini dengan baik.
Pembuatan laporan kunjungan keStasiun Gambir ini saya buat berdasarkan data-data yang saya peroleh selama melakukan kegiatan kunjungan keStasiun Gambir pada Selasa, 27 Maret 2018 dan juga berdasarkan keterangan dari bapak/ibu guru pembimbing. Saya menyadari bahwa laporan kunjungan ini tidak lepas dari dukungan berbagai pihak, maka dari itu saya ucapkan banyak terima kasih kepada :
Ibu Rizky Afrida selaku kepala Stasiun Besar Gambir
Bapak Zainudin dan Ibu Diah selaku supervisor
Bapak Kusnari , Bapak Dwi Agus , dan Ibu Osda Ida Perida selaku guru pendamping dari SMK N 9 Jakarta
Pihak-pihak lain yang tidak saya sebutkan, juga saya ucapkan terima kash atas segala bantuan dan dukungannya yang berhubungan dengan kegiatan kunjungan keStasiun Gambir
Saya berharap laporan ini dapat memberikan manfaat bagi para pembaca. Saya menyadari bahawa laporan ini masih banyak kekurangan dan jauh dari kata sempurna. Karena keterbatasan pengetahuan dan kemampuan , untuk itu kritik dan saran yang membangun dari pihak pembaca sangat saya harapkan demi kesempurnaan laporan ini.


Jum’at, 6 April 2018


Dasar Perintah

Kegiatan kunjungan keStsiun Gambir ini diperintahkan oleh Bapak Kusnari selaku guru dari pelajaran produktif  Otomatisasi dan tata kelola perkantoran. Selain itu kegiatan ini juga merupakan kegiatan tahunan yang dilakukan oleh siswa dan siswi dari jurusan Administrasi Perkantoran. Karena kegiatan ini menyangkut dari salah satu materi pelajaran, yaitu : Cara Membeli Tiket Online, seperti : Tiket Kereta Api, Tiket Pesawat, dll. Dari contoh-contoh tiket tersebut, pihak dari SMK n 9 jakarta memilih Tiket Kereta Api karena selain mudah, untuk tempat melakukan prakteknya pun lumayan dekat.

Perjalanan


Sekolah
Pada hari selasa , 27 Maret 2018, seluruh siswa dan siswi kelas X AP 1 dan X AP 2 diwajibkan datang keekolah terlebih dahulu pukul 06.30 untuk mengikuti kegiatan kunjungan keStasiun Gambir yang berlokasi diJakarya Pusat, tepatnya dibelakang Monumen Nasional (Monas). Kunjungan keStasiun Gambir ini siswa siswi X AP 1 dan 2 didampingi oleh 3 guru dari SMK N 9 jakarta, yaitu Bapak Kusnari Mp.d ,  Bapak Dwi Agus Haryanto Mp,d , dan juga Ibu Osda Ida Perida Mp,d. Tujuan dari kegiatan kunjungan keStasiun Gambir ini adalah untuk mempelajari dan mengetahui cara mencetak tiket Kereta Api yang dibelu secara online dengan menggunakan mesin check-in counter yang sudah tersedia diStasiun Gambir
Sebelum berangkat menuju Stasiun Gambir , Seluruh siswa dan siswi serta guru pendamping berkumpul dan berbaris dilapangan untuk melakukan pengarahan. Seluruh siswa dan siswi X AP diberikan pengarahan oleh bapak Edy Sumartono S. Selaku kepala tata usaha SMK N 9 Jakarta dari Bapak Kusnari selaku guru produktif pelajaran Otomatisasi Perkantoran sekaligus guru pembimbing.

Halte Busway Gedong Panjang
Selanjutnya sekitar pukul 07.30, seluruh siswa dan siswi X AP yang mengikuti kegiatan ini berjalan menuju Halte Busway Gedong Panjang, yang kebetuln berjarak dekat dengan SMK N 9 jakarta. Perjalanan keHalte Busway Gedong Panjang hanya memakan waktu sekitar 5 menit, setelah sampai dihalte Gedong panjang kami menunggu Bus Transjakarta yang bertujuan keHalte Balai Kota sekitar 30 menit. Setelah 30 menit berlalu, barulah buseay yang bertujuan keBalai kota datang dan selanjutnya kami melakukan perjalanan yang membutuhkan waktu sekitar 1 jam 30 menit untuk sampai diBalai Kota

Halte Busway Balai Kota
Setelah melakukan perjalanan yang cukup lama, akhirnya kami pun sampai ditempat tujuan, yaitu Halte Balai Kota. Setelah semua siswa dan siswi turun dari Busway, pak kusnari memandu murid X AP untuk lanjut berjalan lagi keStasiun Gambir yang berjarak tidak jauh dari halte Balai Kota. Butuh waktu sekitar 15 sampai 20 menit untuk sampai diStasiun Gambir jika ditempuh dengan berjalan kaki.


Kegiatan diStasiun Gambir

Sesampainya diStasiun Gambir, kami diperkenankan untuk istirahat terlebih dahulu. Setelah beristirahat kami pun dipersilahkan memasuki Stasiun Gambir. Didalam Stasiun Gambir, kami berkumpul sesuai kelompok untuk diberikan pengarahan oleh kak Zaidan dan juga ibu Diah. Setelah diberikan pengarahan, kami dibagi menjadi 2 kelompok lagi. Kelompok pertama yaitu X Administrasi Perkantoran 1 yang akan dibimbing langsung oleh kak Zaidan dan juga didampingi oleh Pak Kusnari, sedangkan kelompok kedua yaitu X Administrasi Perkantoran 2 yang dibimbing langsung oleh Ibu Diah dan juga didampingi oleh Pak Dwi Agus Haryanto serta Ibu Osda Ida Perida.
Selanjutnya kami pun menuju tempat check-in counter. Untuk kelompok 1, tempat check-in counter tersebut berada disebelah selatan, sedangkan kelompok 2, tempat check-in counter tersebut berada disebelah utara. Saat tiba ditempat check-in counter tersebut, kami diajarkan cara menggunakan mesin check-in counter dan juga mencetak tiket yang telah kita beli di situs online, seperti : traveloka, tiket.com, PT.KAI, dll. Cara menggunakan mesin check-in countet tersebut pun ternyata cukup mudah, kita hanya perlu memasukkan kode pembayaran pada mesin check-in counter dan selanjutnya mesin yersebut akan mengeluarkan boarding pass yang mencantumkan nama, kode booking, dan nama Kereta Api serta jadwal keberangkatan dan Tujuannya. Setelah boarding pass keluar. Itulah tanda bukti yang akan diperiksa oleh petugas stasiu. Saat boarding, jangan lupa membawa kartu identitas sesuai yang tertera di boarding pass.
Selanjutnya kamu menuju ke lantai dua stasiun, disana kami diberitahu mengenai macam-macam kereta, salah satunya yaitu Keteta Argo Bromo Anggrek tujuan Surabaya. Karena kereta itu sedang berhenti, akhirnya kami pun diperbolehkan untuk memasuki dan melihat-lihat suasana dan fasilitas didalam Kereta Bromo Anggrek tersebut. Fasilotas didalam kereta tersebut cukup mewah kursinya berwarna biru dongker, juga sangat empuk. Disana juga disediakan bantal kecil dengan warna yang sama yaitu biru dongker. Selain itu, didalam kereta tersebut juga terdapat tempat untuk memesan makanan, televisi sebagai hiburan dan juga toilet. Setelah asik melihat-litat, kami diberi kesempatan untuk berfoto-foto didalam kereta bersama Bapak Zaidan.
Setelah berfoto didalam, kami lalu keluar kembali dari kereta. Diluar kereta kami melakukan foto bersama lagi dengan Bapak Zaidan selaku pembimbing kami , Pak Kusnari selaku guru pendamping , prama dan prami yang ada disana , serta petugas lainnya.
Setelah itu kami pun turun kembali menuju kesebuah ruangan VIP. Ruangan tersebut didesain simple tapi mewah, walaupun tidak terlalu besar. Diruangan tersebut dilengkapi 2 buah AC yang cukup untuk mendinginkan ruangan, terdapat beberapa sofa dan meja kecil, ada pula lukisan yang menempel di dinding yang membuat ruangan terlihat indah dan nyaman. Selain itu disana terdapat sebuah jendela besar yang menghadap langsung ke jalan raya. Didalam ruangan tersebut kami diberi informasi mengenai ruangan VIP tersebut dan juga mengadakan sesi tanya jawab.
Selanjutnya kami kembali ketempat awal berkumpul, disana Ibu Rizky Afrida sudah menunggu. Beliau pun mengucapkan terima kasih kepada kami yang telah berkunjung keStasiun Gambir. Setelah itu kami pun melakukan foto bersama. Selanjutnya yaitu pembagian sertifikat yang diwakili oleh Alex, Ariq, dan Siska. Kegiatan diStasiun Gambir pun berakhir dan para siswa diperbolehkan untuk makan dan jajan. Sekitar pukul 12.30 kami pun menuju halte Balai Kota untuk kembali kerumah masing-masing.


Kesimpulan

Dalam penulisan laporan ini dapat ditarik beberapa kesimpulan tentang kunjungan keStasiun Gambir, yaitu :
1) Dengan adanya kegiatan ini siswa dapat mengetahui tata cara mencetak tiket
2) Siswa dapat mengetahui salah satu kereta serta fasilitas yang terdapat didalam kereta tersebut
3) Siswa dapat merasakan fasilitas ruang VIP
4) Siswa mendapat banyak pelajaran dan pengetahuan yang belum sama sekali diketahui/diajarkan.


Pesan dan Kesan

Dari perjalanan dan kunjungan yang kamu lakukan ini kami sangat senang, serta kami dapat memetik pelajaran yang sangat berharga bagi hari yang akan datang. Kedan yang sangat berharga bagi kami adalah kebersamaan dengan teman teman.


Penutup

Kegiatan kunjungan keStasiun Gambir ini sangat bermanfaat bagi siswa dan siswi jurusan Administrasi Perkantoran dari SMK N 9 jakarta. Karena selain dapat menambah wawasan, siswa dan siswi juga mengetahui tata cara mencetak boarding pass melalui mesin check-in counter
Demikianlah laporan ini saya buat. Kurang lebihnya saya dalam membuat laporan ini, mohon dimaafkan.
Terimakasih

Kesehatan Reproduksi Remaja

Kata pengantar Alhamdulillahirabbil'alamin pertama-tama saya panjatkan puji dan syukur kepada Allah SWT atas rahmat dan hidayahnya ...